Senin, 19 Juli 2010

Kata Mutiara

  • Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka dapatlah ia.
  • Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga ke liang kubur
  • Barang siapa menanam padi, pasti ia akan memetik.
  • Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
  • Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.
  • Sebaik-baik teman duduk setiap waktu adalah buku.
  • Barangsiapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.
  • Tergelincirnya kaki itu lebih selamat dari tergelincirnya lidah.
  • Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka cukuplah dengan isyarat.
  • Awal kemarahan itu adalah ketidakwarasan dan akhirnya adalah penyesalan.
  • Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.
  • Barang siapa berjalan pada jalannya, sampailah ia.
  • Pokok dosa itu adalah kebohongan.
  • Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.
  • Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China.
  • Temanmu ialah orang yang membuatmu menangis, bukan orang yang membuatmu tertawa.
  • Cobalah dan perhatikanlah, niscaya engkau jadi orang yang tahu.
  • Tidak akan kembali hari-hari yang telah lalu.
  • Barangsiapa sedikit kejujurannya, sedikit pulalah temannya.
  • Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.
  • Ilmu yang tidak diamalkan bagai pohon yang tidak berbuah.
  • Imbalan untuk suatu kejahatan adalah kejahatan yang sama dengannya.
  • Barangsiapa yang menggali lubang, akan terperosoklah ia di dalamnya.
  • Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.
  • Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.
  • Akal yang sehat itu berada pada jasmani yang sehat.
  • Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.
  • Waktu itu lebih berharga daripada emas.
  • Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.
  • Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Belajar di waktu dewasa bagai mengukir di atas air.
  • Kalau besar permintaannya, maka sedikitlah penolongnya.
  • Tidak ada baiknya suatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.
  • Mengatur pekerjaan itu menabung separuh waktu.
  • Kebersihan itu sebagian dari iman.
  • Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum.
  • Barangsiapa berhati-hati, niscaya mendapatkan apa yang ia cita-citakan.
  • Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagi dirimu.
  • Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendak hatimu.
  • Barangsiapa yang menganiaya, niscaya akan dianiaya.
  • Bukanlah kegantengan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kegantengan itu ialah dengan ilmu dan kesopanan.
  • Janganlah engkau bersikap lemah sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras sehingga kamu dipatahkan.
  • Barangsiapa menologmu dalam kejahatan, maka ia telah menzalimimu.
  • Perhatikanlah apa yang diucapkan, jangan memperhatikan siapa yang mengucapkan.
  • Harga seseorang itu sebesar kebaikan yang dilakukannya.
  • Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia.
  • Obatilah kemarahan itu dengan diam.
  • Bukan setiap yang berkilauan itu emas.
  • Gerak gerik seseorang itu menunjukkan rahasia hidupnya.
  • Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit tapi jelas dan efektif.
  • Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.
  • Ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.
  • Manusia adalah tempatnya kesalahan dan kelupaan.
  • Barangsiapa yang bersabar, beruntunglah ia.
  • Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.
  • Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai yang mulia.
  • Di dalam kehati-hatian ada keselamatan, dan di dalam ketergesa-gesaan terdapat penyesalan.
  • Sebaik-baik manusia itu, adalah yang lebih baik budi pekertinya dan lebih bermanfaat bagi orang lain.
  • Janganlah menunda pekerjaanmu hingga esok hari.
  • Barangsiapa mencari teman yang tidak tercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.
  • Apabila akal seseorang itu telah sempurna, maka sedikitlah bicaranya.
  • Katakanlah yang benar, walaupun itu pahit.
  • Bukanlah anak yatim yang telah meninggal orang tuanya, tetap yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.
  • Tiap-tiap tempat itu ada kata-katanya yang tepat dan pada setiap kata itu ada tempatnya yang tepat.
  • Hancurlah seseorang yang tidak tahu nilai dirinya.

Tidak ada komentar: