Selasa, 22 April 2008

Mampukah Barca Mengikuti Jejak Milan?

Milan mencapai semifinal Liga Champions musim lalu, ketika performanya di Seri A sedang menurun. Mereka mampu mengatasi dua klub Inggris, dan meraih gelar Liga Champions. Barcelona menghadapi persoalan sama, tapi apakah mereka bisa mengikuti jejak I Rossoneri.

Musim lalu, semi final dan final Liga Champions diwarnai pertarungan AC Milan dengan klub-klub Inggris. I Rossoneri memenangkannya.

Kini giliran Barcelona berada di posisi itu. Seperti Milan, El Barca harus menghadapi Manchester United (MU), sedangkan dua klub Inggris lainnya; Liverpool dan Chelsea, kembali saling 'bunuh' di semifinal.

Akankah Barcelona mengikuti jejak I Rossoneri?

Jika peristiwa musim lalu menjadi panduan, setiap orang akan bertaruh Barcelona akan mencapai final di Luzhniki Stadium, di Moskwa, 21 Mei mendatang. Namun, melihat sekian laga terakhir El Barca di La Liga dan cara mereka mengatasi Schalke di perempat final, siapa pun akan berpikir dua kali untuk mendukung tim masyarakat Katalan itu.

Tim-tim Inggris selalu mampu mencapai semifinal. Dalam empat musim terakhir, satu tempat di final Liga Champions kerap diisi tim Inggris. Yang belum dilakukan tim Inggris adalah menciptakan all-English Final.

Namun jika melihat secara keseluruhan, tim-tim Italia dan Spanyol lebih mendominasi perolehen gelar Liga Champions. Klub-klub Seri A telah tujuh kali meraih trofi itu, sedangkan Spanyol lima kali. Inggris baru dua kali. Barcelona juga berpengalaman mengalahkan klub besar Inggris, yaitu ketika meraih gelar Liga Champions 2006 dengan mengalahkan Arsenal 2-1 di Paris.

Musim lalu, Milan mencapai final Liga Champions dan memenangkannya, ketika performa mereka di Seri A sedang menurun akibat cedera dan inkonsistensi. Milan saat itu mengakhiri musim di tempat keempat, dengan 36 angka di belakang Inter Milan. I Rossoneri mendapat pengurangan delapan angka, akibat keterlibatannya dalam skandal pengaturan skor. Mereka mengalahkan MU di semifinal, dan Liverpool di final.

Barcelona kini di peringkat ketiga, dengan 11 angka di belakang Real Madrid. El Barca relatif telah keluar dari pertarungan meraih gelar La Liga, dan berkonsentrasi ke Liga Champions menjadi sesuatu yang realistis baginya. Terlebih, El Barca telah bisa menurunkan beberapa pemain terbaiknya; Lionel Messi, Deco, dan Samuel Eto'o, ketika menghadapi Setan Merah.

Andres Iniesta mengatakan performa Barcelona di La Liga tidak akan sama dengan di Liga Champions. ''Menghadapi MU di semifinal Liga Champions adalah cerita lain,'' ujar Iniesta. ''Kami dikalahkan Real Betis 2-3 di Sevilla, tapi mampu membawa pulang kemenangan dari kandang Schalke di perempat final Liga Campions.''

Mencapai final Liga Champions, masih menurut Iniesta, sangat penting bagi Barcelona. ''Kami akan memanfaatkan waktu 180 menit untuk sampai ke Moswa, dan melupakan kegagalan kami di La Liga,'' lanjut Iniesta.

Satu hal yang menjadi pertanyaan publik sepak bola Spanyol adalah apakah Barcelona masih memiliki kepercayaan diri?

Sejumlah fans El Barca mengatakan tim kesayangan mereka bermain tanpa rasa percaya di dua laga terakhir. Yang lebih penting, mereka hanya akan mendukung pemain, pelatih Frank Rijkaard, dan presiden Joan Laporta, jika menghadapi Real Madrid -- rival tradisional mereka di la Liga.

Rijkaard dan pemainnya mungkin tidak akan peduli dengan semua itu. Yang mereka butuhkan adalah memenangkan laga, meski publik Barcelona mungkin tidak akan menghargai upaya mereka. Namun, bukan tidak mungkin sikap fans Barcelona akan mempengaruhi penampilan Messi, Deco, Bojan Krkic, dan pemain lainnya.

Jika itu terjadi, Barcelona akan gagal mengikuti jejak AC Milan, dan all-English Final akan tercipta di Moskwa

Tidak ada komentar: