Senin, 19 Juli 2010

Ikhlas

Ukuran sukses sejati terletak pada kemampuan Anda merasakan pikiran bahagia (Erbe Sentanu)

Kita sering melihat semakin sukses seseorang semakin jauh rasanya dia dengan kebahagiaan yang dicarinya, bagai menggali sumur tanpa dasar untuk menyegarkan dahaganya yang tak terpuaskan (Erbe Sentanu)

Siapa mengenal dirinya ia akan mengenal Tuhannya (Nabi Muhammad SAW)

Ada dua cara menjalani kehidupan. Pertama, seolah seperti tidak ada yang ajaib. Kedua, seolah seperti semuanya adalah ajaib (Albert Einstein)

Keajaiban bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam. Tetapi sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman kita tentang hukum alam itu (St. Augustine)

Dialah yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata, dan meskipun nyata ada, Dia pulalah yang membuatnya menjadi tidak tampak (Jalaluddin Rumi)

Bukan urusan saya untuk memikirkan diri saya sendiri. Urusan saya adalah untuk memikirkan Tuhan. Dan urusan-Nya lah untuk memikirkan saya (Simone Weil)

Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas (Ali bin Abi Thalib)

Manusia adalah produk hi-tech tercanggih (Robert Galvin, Chairman Motorola)

Dunia ini tidak pernah diam, meskipun dalam keheningan selalu bergetar tanda vibrasi yang tidak tertangkap panca indera (Albert Camus)

Semua ada di dalam dirimu. Mintalah melalui dirimu sendiri (Jalaluddin Rumi)

Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya tarik (undangan)nya sendiri (Elizabeth Towne, 1906)

Semua yang terjadi di luar adalah serupa dengan yang terjadi di dalam diri manusia yaitu pikiran dan perasaannya (Charles Brodie Patterson, 1899)

Otak manusia, seperti mesin yang bisa melakukan perawatannya sendiri. Ia bisa menyembuhkan dirinya dari segala kerusakan internal, sambil bergerak ke tingkat kinerja yang lebih tinggi (Prof. Robert Oates dan Gerald Swanson, PhD)

Perang terbesar adalah melawan diri kita sendiri (Nabi Muhammad Saw.)

Untuk berubah diperlukan pergeseran gelombang otak dari perjuangan pikiran sadar menjadi tuntunan bawah sadar. Pikiran Anda yang terlalu keraslah yang membuat Anda terjebak dalam masalah yang ingin Anda selesaikan (Paul T. Scheele, M.A.)

Hati memiliki logika yang tidak mampu dipahami oleh akal pikiran (Blaise Pascal)

My imagination create my reality (Walt Disney)

Manusia dibimbing oleh kekuatan yang lebih tinggi yang lebih berupa PERASAAN ketimbang pikiran. Dan, ketika Anda memahami kekuatan perasaan itu, Anda tahu pasti bahwa kekuatan itu datang dari Tuhan (Oprah Winfrey)

Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lengah dan ragu (Nabi Muhammad Saw)

Tanda yang diperoleh dalam hidup ini diterima oleh rasa sejati. Usahakanlah kau miliki rasa itu agar kau capai kesempurnaan hidupmu (Paku Buwana IV)

Istafti qalbak, Mintalah fatwa pada hatimu (Nabi Muhammad Saw)

Doa adalah senjata (alat kerja) orang beriman (Nabi Muhammad Saw.)

Kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan (surga) (Ali bin Abu Thalib)

Aku (Allah) berkata kepada semua penduduk langit dan bumi : “Mintalah kepada-Ku!” Auk pun lalu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya (HR. Ibnu Hasan)

Para Ilmuwan sudah menemukan ‘God Spot’ atau pusat spiritualitas di bagian temporal lobe otak manusia. Sirkuit saraf ini, jika diaktifkan, dapat berfungsi seperti antena yang membuat kita ‘tersambung’ dengan kekuatan Ilahi (Dr. Ebrahim Kazim)

Pemberian paling utama dan paling jernih adalah dari mereka yang tidak memiliki sesuatu pun, tetapi mereka mengetahui nilai kata-kata dan senyuman. Berapa banyak orang yang memberi tetapi seakan-akan bukan pemberian yang mereka hadiahkan, melainkan tamparan. Tersenyumlah untuk bahagia. (Asta Qauliyah)

Pertanda pagi adalah terang tanah yang membuat kita tidak sekadar bisa membedakan pohon ara dari pohon persik tetapi ketika kita mampu melihat wajah sesama seperti bagian diri kita. Sebelum kita mampu melakukannya, tak peduli jam berapa pun, hari masih yang sebenarnya. (Asta Qauliyah)

Krisis tidak mengubah manusia. Krisis memunculkan manusia yang sebenarnya dalam diri seseorang. Jika engkau ingin tahu karakter seseorang, jangan lihat dia tatkala segala sesuatu berjalan dengan baik atau biasa-biasa saja. Bisa jadi itu hanya sebuah kemasan luar. Lihatlah bagaimana reaksi dan sikapnya ketika krisis menghampiri hidupnya. Tingkah lakunya dan kata-kata yang keluar dari mulutnya, itulah diri dia yang sebenarnya. (Asta Qauliyah)

Tidak sedikit manusia yang dibawa ke tempat hidup yang mengagumkan bernama rendah hati, justru karena pernah kalah berulang-ulang. Kesempurnaan juga serupa. Tidak ada satupun kesempurnaan yang tidak melalui tahapan salah, kalah, salah, kalah….dan sekali lagi kalah… (Asta Qauliyah)

Kecantikan bukanlah pada pakaian, bentuk tubuh dan cara dia menyisir, tapi pada matanya; cara dia memandang dunia. Di sana terdapat gerbang menuju setiap hati manusia dimana cinta dapat berkembang. Kecantikan bukan karena kehalusan wajahnya tapi kecantikan murni yang terpancar pada jiwanya yang dengan tulus hati memberikan perhatian dan cinta. Dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang masa. (Asta Qauliyah)

Sesusah apa pun kita, pasti ada yang lebih susah. Dan sekaya apapun kita, pasti merasa belum puas. Maka, rasakanlah cukup apa yang ada daripada apa yang tiada. (Asta Qauliyah)

Saat kita dalam keadaan susah, kita merasa yang tersusah di dunia. Tetapi saat mendapat kesenangan, kita masih saja ingin seperti orang lain. (Asta Qauliyah)

Manusia jauh melebihi ciptaan lain, perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali dan diampuni. Jagan pernah kucilkan seseorang dari hatimu, ingatlah senantiasa suatu ketika Anda butuh pertolongan. Akan senantiasa ada tangan terulur untukmu dan seiring waktu Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan; satu untuk menolong diri sendiri dan satu lagi untuk menolong orang lain. (Asta Qauliyah)

Kesedihan hanyalah petunjuk adanya kedangkalan. Semakin dangkal pemahaman seseorang akan kehidupan, semakin sering kesedihan berkunjung. (Asta Qauliyah)

Aku katakan kepada hatiku ketika ia diserang oleh kekhawatiran, berbahagialah karena sebagian besar kekhawatiran itu bohong… (Asta Qauliyah)

Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya. (24 Selingan Hidup)

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia. (24 Selingan Hidup)

Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. (24 Selingan Hidup)

Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya. (24 Selingan Hidup)

Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu. (24 Selingan Hidup)

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita. (24 Selingan Hidup)

Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kita tidak akan dapat hidup dengan baik jika tak mampu melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. (24 Selingan Hidup)

Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya merekalah orang yang menghargai betapa pentingnya orang yang pernah hadir dalam kehidupan mereka.

" Perkawinan adalah suatu undian lotere, dimana lelaki mempertaruhkan kemerdekaannya, dan wanita mempertaruhkan keberuntungannya"


Kebahagiaan itu tak terletak jauh dimana. Ia hanya bersemayam di sebuah tempat di dalam tubuh yang bernama hati. Jika ingin berbahagia, lapangkan hati atas segala yang terjadi dalam hidup. Meski berada dalam kesempitan, kelapangan hati akan membuat seisi dunia ada bagi kita. Gembirakan hatimu … (Abied)

Setelah kematian datang, kita hanya akan dikenang seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali. Kemudian sama sekali akan dilupakan oleh manusia. Meski orang yang menyayangi mengingat kita, ia juga akan meninggalkan dunia. Sehingga semua tentang kita akan hilang ditelan masa. Jangan hanya Berbangga dengan Hidupmu! (Abied)

Kita hidup sendiri. Bermasalah sendiri. Berbahagia juga sendiri. Andai orang lain mengatakan : “Aku tau yang kau rasakan”, itu hanya ada di bibirnya. Ia tak akan merasakan secara tepat apa yang kita rasa, ia hanya mencoba memahami. Karenanya, perbaiki hidup. Hanya kita yang bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri. (Abied)

Ketampanan dan kecantikan hanyalah casing, diri kita yang sebenarnya diukur dari seberapa baik kita meletakkan orang lain di hati. Makin baik posisi banyak orang lain di hati kita, makin mempesona diri kita bagi mereka, meski wajah kita tak mendukung untuk berada di posisi itu. (Abied)

Suatu saat, kita akan mampu menertawakan tragedi apa pun yang terjadi hari ini. Karenanya, tersenyumlah.. Hari ini! Detik ini! Saat ini! (Abied)

Lupa, adalah salah satu anugerah terindah yang diberikan Tuhan. Tak terbayang jika segala kesalahan, duka dan kesedihan sejak kita lahir hingga kini tak luput dari ingatan. Sedetik pun pasti tak akan ada senyum di bibir, yang ada hanya luka yang tak pernah sirna. Bersyukurlah jika lupa. (Abied)

Abied yakin bahwa setiap manusia dilahirkan dengan potensi. Tak ada orang bodoh, yang ada hanyalah orang malas. (Abied)

Setiap orang dari kita pantas untuk mendapatkan sebuah posisi bernama keberhasilan. Hanya saja pengenalan terhadap konsep kegagalan membuat kita terlalu mudah menyerah. Kita adalah pemenang! Jika bukan, kenapa tidak sejak kecil kita memutuskan untuk merangkak seumur hidup? Bukankah waktu itu kita selalu gagal saat belajar berdiri dan berjalan?! Setiap orang dari kita adalah pemenang! Semangat!! (Abied)

Kecantikan wajah hanyalah masalah waktu. Ketika usiamu sudah 40 tahun, yang ada hanyalah satu demi satu keriput di pipi. Segala macam kosmetik kecantikan pun tak akan mampu membantumu keluar dari itu. Kecantikan sejati ada di hati, tak butuh banyak cara untuk merawatnya, hanya ada sebuah perintah : jadilah orang baik! Dan kecantikan itu akan melekat bagimu, selamanya. (Abied)

Rasa syukur yang mendalam akan selalu mampu membuatmu merasakan nikmat yang makin lama makin bertambah. Syukur itu melapangkan hati untuk menerima hidup, sedangkan kufur itu menyempitkannya. (Abied)

Hukum aksi reaksi adalah sebuah keniscayaan. Setiap aksi yang kita berikan akan dibalas dengan reaksi yang gelombangnya sama. (Abied)

Aku seakan-akan tak membutuhkan apa-apa lagi. Segala yang ada di dunia ini telah ditampung di hatiku. (Abied) *halah*

Aku selalu rela meninggalkan orang tak jujur yang hadir dalam kehidupanku. (Abied)

Cinta adalah masalah kesetiaan, seseorang yang tak memiliki kesetiaan tidak pernah pantas untuk dicintai. (Dee)

Dahaga tak akan mengeringkan air laut. Lapar tak akan menghabiskan isi laut.
Hujan dan panas memiliki waktunya masing-masing. Keabadian hanyalah milik Sang Maha.
Ibarat kuil suci, qalbu tak perlu jadi arang oleh murka kecil. Tapi bakarlah murka itu sendiri menjadi abu. Hingga yang tersisa adalah kerlip kecil pemandu jalan. Hidup membentang amat luas dalam kenisbian masa. (Nur Aty)

Genggamlah tangan sahabatmu ketika ia masih bersamamu. Hiburlah kesedihan sahabatmu saat ia masih bisa mengaduh. Karena ketika ia telah tak ada, kita baru akan menyadari betapa berarti kehadirannya. (Nur Aty)

Rahmat dan harapan selalu beriringan. Hati, fikiran dan jiwa harus sejalan, agar hidup dijalani dgn konsisten dan penuh makna. Siapa berseberangan dengan itu, dia hanya akan menemukan makna yang telah tercabik-cabik. (Nur Aty)

Tiada derita hidup yg paling memilukan kecuali jika kita selalu menganggap hidup ini rumit dan selalu merasa sesuatu yg buruk pasti kelak menimpa. (Managemen Qalbu)

Jangan terlalu risau dengan umur kita, karena yg patut dirisaukan adalah nilai dan manfaatnya. Umur bukan masalah waktu, namun umur adalah masalah manfaat
. (Managemen Qalbu)

Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga tercium harumnya oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. (Managemen Qalbu)

Kadang aku meminta kupu-kupu, tapi Tuhan mengirimkan ulat berbulu. Kadang aku meminta bunga yang indah, tapi Tuhan mengirim kaktus berduri. Aku sedih dan kecewa. Tapi ternyata ulat itu berubah menjadi kupu-kupu, dan kaktus itu berbunga, indah sekali. Tuhan tak selalu memberi apa yang kita inginkan, tapi Ia memberi apa yang kita butuhkan. (SMS dari Aswar)

Tuliskan rencanamu dengan sebuah pensil dan berikan penghapusnya pada Tuhan. Biarkan Ia menghapus bagian-bagian yang Ia anggap perlu. Dan pasti, hasilnya adalah lukisan hidup yang dipenuhi dengan keindahan. (Lulu’)

Jangan pernah berkorban untuk orang yang tak kau sayangi. (Imha)

Perbedaan Laki-Laki dan Perempuan

Berikut ini beberapa perbedaan laki-laki dan perempuan yang saya ambil dari buku : Perempuan, karya Quraish Shihab. Menurutnya, perbedaan-perbedaan berikut ini tidak sepenuhnya benar walau boleh jadi ada juga benarnya. Perbedaan-perbedaan itu agaknya tidak dimaksudkan untuk melecehkan perempuan. Ia lahir dari sifat jenaka lelaki terhadap perempuan dalam upaya menarik perhatian perempuan atau mengundang komentar mereka yang berdiam diri dan memasabodokan lelaki. Dalam sekian perbedaan yang disebutkan, kita dapat mengganti kata lelaki sebagai kata ganti perempuan, demikian juga sebaliknya.

Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain sebagai berikut :

Lelaki melakukan lebih banyak daripada apa yang dapat dilakukan perempuan, sedangkan perempuan melakukan apa yang lebih banyak daripada apa yang berani dilakukan lelaki. Lelaki dikenal dari apa yang tidak dia lakukan, dan perempuan dikenal dari apa yang dia lakukan.

Dalam bercinta, lelaki berbangga dengan kemenangannya meraih perempuan, sedangkan perempuan berhias dengan ketaklukannya di hadap lelaki. Lelaki berbangga dengan mengatakan : “Aku telah menaklukkan perempuan A, B dan C”, dan perempuan berbangga dengan mengatakan : “Aku telah menolak lelaki A, B dan C”.

Ketika seorang lelaki menangis di hadap perempuan, sesungguhnya ia telah menyentuh keangkuhan perempuan itu, dan ketika seorang perempuan menangis di hadapan lelaki, sesungguhnya ia telah menimbulkan rasa iba lelaki kepadanya.

Kenikmatan perempuan diperoleh ketika berhasil menghancurkan hati lelaki, sedangkan kenikmatan lelaki diperoleh ketika dia mampu memuaskan keangkuhan perempuan.

Kebahagiaan di sisi lelaki adalah sukses dalam pekerjaan, sedangkan bagi perempuan adalah sukses bersama lelaki.

Di balik setiap perempuan sukses, terdapat cinta yang gagal, dan di belakang setiap lelaki yang sukses, terdapat perempuan yang dicintai.

Yang terakhir mati pada lelaki adalah hatinya dan pada perempuan adalah lidahnya. Lidah lelaki bagaikan pisau, sedangkan lidah perempuan seperti pedang.

Perempuan menginginkan anak yang menyerupai kekasihnya, sedangkan lelaki menginginkan anak yang serupa dengannya, bukan yang serupa istrinya. Ini karena lelaki ingin mengulangi wujudnya dan perempuan ingin mengulangi kekasihnya.

Semua jenis pujian menggetarkan hati perempuan, tetapi tidak semua pujian menyentuh hati lelaki.

Perempuan membinasakan akal lelaki, sedangkan lelaki meremukkan hati perempuan.

Harapan lelaki kiranya menjadi keras bagaikan es, sedangkan harapan perempuan menjadi air lalu menguap seperti udara.

Perempuan menganggap pernikahan sebagai stasiun terakhir dalam perjalanan hidupnya, sedangkan lelaki memandangnya sebagai salah satu stasiun pilihan, selanjutnya dia akan melanjutkan perjalanannya.

Perempuan tidak melupakan ciuman pertama, sedangkan lelaki melupakan ciuman terakhir.

Mudah bagi lelaki menutup matanya, tetapi mustahil bagi perempuan menutup telinganya.

Dahulu orang berkata : “Tiga sifat lelaki yang terbaik tetapi itulah yang terburuk buat perempuan. Tiga sifat tersebut adalah bearni, rendah hati dan tangan terbuka. Tiag sifat terbaik perempuan tetapi itu yang terburuk buat lelaki adalah tinggi hati, sangat hati-hati, dan tangan tertutup”.

Lelaki adalah penderitaan cinta, sedangkan perempuan adalah cinta penderitaan.

Lelaki memahami apa yang dia dengar, sedangkan perempuan mendengar apa yang dia tidak pahami.

Lelaki senang berpindah-pindah bagaikan wisatawan, sedangkan perempuan sedang menetap bagaikan penduduk asli.

Ketika lelaki merasa jemu, dia membutuhkan seseorang yang mendorongnya agar ia maju ke depan. Ketika perempuan merasa jemu, dia membutuhkan seseorang yang menopangnya dari belakang agar tidak terjatuh.

Tuhan menciptakan lelaki dari tanah agar ia dapat menanam di bumi dan membangun di atas bumi rumah-rumah untuk tempat tinggal. Tuhan menciptakan perempuan dari tulang rusuk lelaki agar dia dapat mendorong lelaki dari bumi ini dan mengusirnya dari rumah yang dibangun lelaki itu.

Lelaki sering kali tidak mengetahuikapan mengucapkan kata perpisahan bagi perempuan, sedangkan perempuan seringkali tidak mengetahui kapan ia harus berpisah.

Ketika lelaki berbicara tentang kebebasan, yang dimaksud adalah kebebasannya dari perempuan. Ketika perempuan berbicara tentang keikhlasan, yang dimaksud adalah keikhlasan lelaki kepadanya.

Lelaki cepat jatuh cinta, sedangkan perempuan lebih cepat membenci.

Lelaki yang tidak tampan, dapat menemukan perempuan yang mencintainya, sedangkan perempuan yang tidak cantik, tidak menemukan lelaki yang mencintainya. Ini karena perempuan ketika bercinta tidak bertanya apakah lelaki teman kencannya sudah mencukur jenggotnya atau tidak, tetapi lelaki yang bercinta tidak akan mencium perempuan yang berjenggot.

Perempuan lebih senang menikah dengan lelaki yang kaya walaupun banyak bicara daripada yang pendiam tapi miskin, sedangkan lelaki lebih senang menikah dengan perempuan yang pendiam walaupun miskin daripada yang kaya tapi banyak bicara.

Ketika bercinta, lelaki berusaha mengangkat perempuan dari peringkat lelaki, tetapi perempuan lebih senang turun ke tingkat lelaki yang dia senangi. Dengan demikian, lelaki ketika bercinta mengangkat sedangkan perempuan menurun.

Kalau dua orang lelaki bertengkar, sering kali penyebabnya adalah perempuan, sedangkan bila dua orang perempuan bertengkar, biasanya penyebabnya juga perempuan.

Lelaki menangis atas apa yang hilang darinya, sedangkan perempuan menangis atas apa yang tidak dia peroleh.

Lelaki letih mencari ketenangan, sedangkan perempuan tidak tenang kecuali dengan mencari keletihan.

Ketika seorang perempuan menikah untuk kedua kalinya, itu karena dia membenci suaminya yang pertama, sedangkan ketika seorang lelaki menikah untuk kedua kalinya, itu karena dia mencintai istrinya yang pertama. Karena itu, perempuan mencoba nasibnya dan lelaki berspekulasi.

Lelaki diciptakan dari tanah dan perempuan dari tulang. Karena itu perempuan lebih kuat daripada lelaki dan kekuatannya terletak pada kelemahannya.

Demikianlah beberapa pandangan jenaka yang ternyata disadur dari sebagian tulisan Anis Manshur dalam bukunya Qalu (Mereka berkata). Semoga bisa menjadi referensi dan tambahan pengetahuan, bukan untuk mengejek perempuan, tapi justru menghargai dan menghormatinya, kemudian menyayang dan mencintainya sepenuh hati.

Kata Mutiara

  • Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka dapatlah ia.
  • Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga ke liang kubur
  • Barang siapa menanam padi, pasti ia akan memetik.
  • Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
  • Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.
  • Sebaik-baik teman duduk setiap waktu adalah buku.
  • Barangsiapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.
  • Tergelincirnya kaki itu lebih selamat dari tergelincirnya lidah.
  • Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka cukuplah dengan isyarat.
  • Awal kemarahan itu adalah ketidakwarasan dan akhirnya adalah penyesalan.
  • Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.
  • Barang siapa berjalan pada jalannya, sampailah ia.
  • Pokok dosa itu adalah kebohongan.
  • Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.
  • Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri China.
  • Temanmu ialah orang yang membuatmu menangis, bukan orang yang membuatmu tertawa.
  • Cobalah dan perhatikanlah, niscaya engkau jadi orang yang tahu.
  • Tidak akan kembali hari-hari yang telah lalu.
  • Barangsiapa sedikit kejujurannya, sedikit pulalah temannya.
  • Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.
  • Ilmu yang tidak diamalkan bagai pohon yang tidak berbuah.
  • Imbalan untuk suatu kejahatan adalah kejahatan yang sama dengannya.
  • Barangsiapa yang menggali lubang, akan terperosoklah ia di dalamnya.
  • Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.
  • Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.
  • Akal yang sehat itu berada pada jasmani yang sehat.
  • Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.
  • Waktu itu lebih berharga daripada emas.
  • Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.
  • Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu. Belajar di waktu dewasa bagai mengukir di atas air.
  • Kalau besar permintaannya, maka sedikitlah penolongnya.
  • Tidak ada baiknya suatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.
  • Mengatur pekerjaan itu menabung separuh waktu.
  • Kebersihan itu sebagian dari iman.
  • Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum.
  • Barangsiapa berhati-hati, niscaya mendapatkan apa yang ia cita-citakan.
  • Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagi dirimu.
  • Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendak hatimu.
  • Barangsiapa yang menganiaya, niscaya akan dianiaya.
  • Bukanlah kegantengan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kegantengan itu ialah dengan ilmu dan kesopanan.
  • Janganlah engkau bersikap lemah sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras sehingga kamu dipatahkan.
  • Barangsiapa menologmu dalam kejahatan, maka ia telah menzalimimu.
  • Perhatikanlah apa yang diucapkan, jangan memperhatikan siapa yang mengucapkan.
  • Harga seseorang itu sebesar kebaikan yang dilakukannya.
  • Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia.
  • Obatilah kemarahan itu dengan diam.
  • Bukan setiap yang berkilauan itu emas.
  • Gerak gerik seseorang itu menunjukkan rahasia hidupnya.
  • Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit tapi jelas dan efektif.
  • Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.
  • Ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.
  • Manusia adalah tempatnya kesalahan dan kelupaan.
  • Barangsiapa yang bersabar, beruntunglah ia.
  • Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.
  • Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai yang mulia.
  • Di dalam kehati-hatian ada keselamatan, dan di dalam ketergesa-gesaan terdapat penyesalan.
  • Sebaik-baik manusia itu, adalah yang lebih baik budi pekertinya dan lebih bermanfaat bagi orang lain.
  • Janganlah menunda pekerjaanmu hingga esok hari.
  • Barangsiapa mencari teman yang tidak tercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.
  • Apabila akal seseorang itu telah sempurna, maka sedikitlah bicaranya.
  • Katakanlah yang benar, walaupun itu pahit.
  • Bukanlah anak yatim yang telah meninggal orang tuanya, tetap yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.
  • Tiap-tiap tempat itu ada kata-katanya yang tepat dan pada setiap kata itu ada tempatnya yang tepat.
  • Hancurlah seseorang yang tidak tahu nilai dirinya.

Do'a Ketika Tertimpa Musibah

“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Allaahumma’jurni fii mushiibatii wakhluflii khairan minhaa ”

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah pahala kepadaku dan gantilah aku dengan yang lebih baik (dari musibah ini).” (HR Muslim 2/632).

Doa ini disebut doa istirja’ yang artinya: mengucapkan “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Doa ini dibaca ketika kita ditimpa musibah, supaya kita diberi pahala dan pengganti yang lebih baik dari musibah tersebut. Doa istirja’ ini diambil dari hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu anha, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Seseorang yang tertimpa musibah lalu ia berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un dan berdoa: Allahuma jurnii fi musibatii wakhluf liya khairan minhaa (Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik daripadanya). Niscaya Allah akan memberinya pahala karena musibah itu dan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik” (HR Muslim 2/632).

Salah satu hikmah musibah yang dialami oleh seorang mukmin, baik yang besar atau kecil, adalah sebagai penghapus dosa-dosa -selain dosa syirik-, supaya kelak ia menghadap Allah dalam keadaan bersih dari dosa yang pada akhirnya akan dimasukkan surga oleh Allah Ta’ala.

Agar musibah yang menimpa seorang mukmin dapat menjadi penghapus dosa bahkan menjadi pahala dan menggantikan musibah itu dengan sesuatu yang lebih baik, Allah Ta’ala memberikan tuntunan dalam surat Al-Baqarah 156-157: “Orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan: “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami ini milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya). Mereka itu mendapatkan shalawat (pujian) dan rahmah. Merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.